Tersedia dalam bahasa

Pura Tirta Empul di Tampak Siring, Gianyar - Bali
Nama Tirta Empul termuat dalam sebuah prasasti yang disimpan di Pura Sakenan, Desa Manukaya, Tampak Siring. Dijelaskan Tirta Empul dinamakan Tiertha ri air hampul

Pura Tirta Empul
Lokasi di area Tampak Siring, Kabupaten Gianyar - Bali

Tirta Empul terletak di Desa Tampak Siring, Kecamatan Tampak Siring Gianyar sekitar 39 Kilometer dari Kota Denpasar.  Lokasi Tirta Empul merupakan lembah yang dikelilingi daerah yang lebih tinggi, disebelah baratnya terletak Istana Presiden Republik Indonesia.

Nama Tirta Empul termuat dalam sebuah prasasti yang disimpan di Pura Sakenan, Desa Manukaya, Tampak Siring.  Dalam dijelaskan Tirta Empul dinamakan Tiertha ri air hampul yang lama kelamaan berubah menjadi Tirtha Hampul sampai akhirnya menjadi Tirtha Empul.  Tirtha ri air hampul maksudnya  adalah Patirthaan yang airnya mengepul atau kolam suci yang airnya mengepul.

Dalam lontar usana Bali diceritakan bahwa Tirtha Empul diciptakan oleh Batara Indra dalam peperangannya dengan Mayadenawa yang melarang rakyat untuk melakukan upacara upacara yadnya sehingga sering terjadi bencana alam, wabah penyakit serta pertanian yang tidak berhasil yang menyebabkan rakyat menjadi sengsara.  Dalam sebuah pertempuran di Tampaksiring dikisahkan bahwa pasukan Mayadenawa terdesak, untuk menghilangkan jejak maka mereka berjalan kaki miring sehingga konon daerah itu dinamakan Tampaksiring.  Didaerah itu pula Mayadenawa menciptakan kolam yang airnya beracun, oleh karena pasukan Batara Indra kehausan mereka banyak yang meminim air tersebut sehingga mati dan pingsan.   Mengetahuai hal itu Batara Indra segera menancapkan umbul-umbul kedalam tanah sehingga keluarlah air  yang akhirnya  diminumkan kepada bala tentaranya yang telah mati dan pingsan sehingga hidup kembali.

Mata air yang mengepul dari dalam tanah  pada tahun 882 Saka  atau 960 masehi ditata menjadi kolam yang disucikan oleh Raja Indrajayasinghawarmadewa dengan nama Tirtha ri air hampul seperti yang termuat dalam Prasasti Pura Sakenan.  Selain data efigrafi di Pura Tirtha Empul juga ditemukan  peninggalan arkeologi seperti :

   1. Lingga Yoni: Yang terletak pada halaman II (Jaba tengah) diatas sebuah altar, lingga yoni merupakan symbol pemujaan Dewa Siwa bersama saktinya Dewi Parwati untuk memohonkan kesuburan pertanian
   2. Arca Singa: Dalam mitologi Hindu Singa adalah kendaraan Dewi Durga dalam pengejaran raksasa Raktawija.
   3. Tepasana: Adalah bangunan yang berupa pelinggih pada mulanya hanya berupa teras, namun telah dilakukan restorasi pada tahun 1967 masehi. Tepasana ini merupakan Dewa Indra yang telah menciptakan Tirtha Empul.
   4. Kolam Tirtha Empul: Kolam dengan luas 15 X 50 meter ini dialirkan kea rah hilir melalui beberapa pancuran yang digunakan sebagai tirtha dalam upacara ritual.


Paket tur yang terkait dengan Pura Tirta Empul